MASYARAKAT DESA PURWODADI DILATIH SIAGA BENCANA

SHARE

Banjarnegara - Bencana alam bisa datang kapan saja kapanpun dan dimanapun, terlebih diwilayah zona merah bencana alam, seperti wilayah Desa Purwodadi Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara.

Untuk menguatkan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan antisipasi bencana, Palang Merah Indonesia (PMI)  Kabupaten  Banjarnegara bersama dengan pemerintah desa Purwodadi menyelenggarakan pelatihan KBBM atau Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat yang bermuara pada Pembentukan Desa Tangguh Bencana yang dilaksanakan selama 3 hari (22-14/11) bertempat di Balai desa Purwodadi, Kecamatan Karangkobar.

Sekretaris PMI Kabupaten Banjarnegara Titho Agus Wigono mengatakan Kesiapsiagaan Bencana Berbasia Masyarakat  diharapkan  mampu  mengupayakan pemberdayaan kapasitas masyarakat agar dapat mengambil inisiatif dan tindakan guna meminimalkan dampak bencana yang terjadi dilingkungannya. "Masyarakat terutama relawan desa harus tanggap dan tangguh serta mempunyai kapasitas dan kemampuan dalam hal mitigasi bencana alam dan bagaimana cara penanganan kegawat daruratan atau situasi Tanggap darurat"  paparnya.

Kegiatan Pekatihan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat tersebut diikuti oleh 30 peserta dari unsur karang taruna , kader PKK, BPD, FKD dan perangkat desa yang telah melalui tahap seleksi serta mewakili seluruh dusun yang ada di sesa Purwodadi.

Pejabat Kades Purwodadi Sri Wahyuni berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu yang disampaikan serta dapat menjadi pemicu semangat untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan, berbagi kepada sesama. "utamanya adalah membentuk masyarakat yang tangguh dan sadar akan bencana alam,  karena kita hidup berdampingan dengan alam sekitar sehingga perilaku kita harus bersahabat dengan alam" paparnya. Pihaknya berpesan agar masyarakat Purwodadi menjadi lebih maju dan berdikari dalam segala hal,  termasuk dalam mitigasi bencana alam.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut peserta diberikan beberapa materi dari Fasilitator yang berasal dari PMI, BPBD, KLH, dan unsur kecamatan.  Adapun materi yang disampaikan antara lain prosedur standar ambulance, kepalangmerahan, pengelolaan air dalam bencana, pemetaan bahaya dan resiko serta profil desa tangguh bencana,  Asessment, Logistik, Dapur Umum,  Tactical Floor Game, Manajement pengelolaan sampah dan limbah, Desa Tangguh Bencana serta Simulasi Kebencanaan.

Salah satu peserta, Tohiron dari unsur  Karangtaruna berharap pelatihan serupa  bagi relawan bisa rutin tahunan. Juga, diikuti penyediaan sarpras kebencanaan agar siap sewaktu-waktu dibutuhkan. "ini sangat bagus untuk meningkatkan kapasitas diri dan masyarakat, namun desa juga kedepan harus berfikir tentang kelengkapan team dalam rangka menunjang kegiatan kemanusiaan dan mitigasi bencana alam"  pungkasnya. **alw

Dipublish Oleh : Infokom PMI Jateng