Kemampuan dan Kapasitas Team Siaga Bencana desa Lawen diupgrade

SHARE

Banjarnegara - Sebagai upaya dan langkah mitigasi bencana alam serta untuk memberdayakan masyarakat agar sadar terhadap potensi kerawanan,  Kejadian atau permasalahan sosial kesehatan dan akses sanitasi,  Pemerintah desa Lawen Kecamatan Pandanarum bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia)  Kabupaten Banjarnegara mengadakan pelatihan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang dilaksanakan di SDN 2 Lawen selama dua hari kemarin (21-22/12).
Camat Pandanarum Barijadi Djumpaedo saat membuka pelatihan mengatakan,  upaya mitigasi bencana harus terus dilakukan oleh masyarakat didampingi oleh Instruktur atau fasilitator yang berkompenten dibidangnya. " sangat pas dan cocok kalau pemerintah desa menggandeng PMI sebagai mitra atau motor penggerak kegiatan ini,  terlebih Palang Merah dengan skupnya internasional dengan membawa 7 prinsip dasar yang mudah mudahan dapat menjadi semangat dan inspirasi peserta untuk tergerak dalam bidang sosial kemanusiaan" paparnya.

Untuk itu peserta diharapkan aktif menyerap ilmu dan rajin bertanya jika belum tahu,  serta terpenting dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari tentang apa itu mitigasi bencana alam.

Kepala Desa Lawen Suwarno mengatakan sangat mendukung dan antusias dalam mengikuti pelatihan ini,  terlebih ini merupakan kedua kalinya PMI mengadakan pelatihan kebencanaan diwilayahnya. "kami menyiapkan peserta sejumlah 50 orang yang terdiri dari unsur perangkat desa,  Perwakilan Pemuda setiap dusun serta team CBAT (Community Based Action Team)  / Siaga Bencana Berbasis Masyarakat bentukan PMI dengan harapan masyarakat lebih paham tentang pola pola mitigasi serta ilmu lainya" ungkapnya.

Pemerintah Desa sangat mendukung akrifitas dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama membangun sumber daya manusia utamanya dalam bidang pemberdayaan masyarakat dalam hal  sosial,  kemanusiaan dan Pengurangan Resiko Bencana.

Sementara itu Kepala Markas PMI Banjarnegara Edi Puwanto mengatakan,  dalam pertemuan kali ini pihaknya bersama team lebih mendorong untuk penguatan kapasitas dalam 2 klaster yakni Pertolongan Pertama serta WASH (Water Sanitation and Hygiene)  sesuai dengan hasil audiensi dengan perangkat dan team CBAT tentang permasalahan dan kebutuhan yang lebih penting di wilayahnya. "dalam 2 hari kegiatan ini,  peserta dibagi dalam 2 klaster yang mengupas lebih dalam tentang Pertolongan Pertama dan WASH yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari utamanya dalam kondisi normal"  ujarnya.

Seluruh Fasilitator didatangkan dari PMI Banjarnegara yang telah mengantongi sertifikasi sesuai bidangnya yang diharapkan dapat tuntas dan total membahas materi hingga praktek dan sharing studi kasus.

Beberapa materi yang diberikan antara lain Dinamika kelompok, Kepalangmerahan, pengantar Pertolongan Pertama,  Penilaian pasien, Perdarahan dan syok, cidera jaringan lunak, bantuan hidup dasar, pemindahan pasien, cidera otot rangka, pertolongan korban banyak, standar Sphere, kuantita kualitas dan pengolahan air, promosi kesehatan,  manajemen limbah dan pengendali penyakit, identifikasi analisa masalah, perencanaan solusi dan pemilihan opsi serta merubah perilaku. **alw

Dipublish Oleh : Infokom PMI Jateng